Tidak Bahagia

Kesulitan Merasa BahagiaBanyak orang kesulitan merasa bahagia, meskipun badannya sehat, secara materi berkecukupan, dan keluarganya lengkap. Apa penyebabnya?

 

Bahagia atau sengsara sebetulnya berasal dari diri sendiri. Pada dasarnya semua kejadian di dunia (termasuk perilaku orang lain dan peristiwa yang tak terduga) adalah netral. Manusia yang dikaruniai pikiran punya kebebasan untuk menilai apakah suatu kejadian itu negatif atau positif. Ketidakbahagiaan terjadi karena kita belum bisa mengambil hikmah dari suatu kejadian, akibatnya diri kita sendiri yang menderita, meskipun kejadian yang memicunya sudah berlalu.

 

Penyebab kebahagiaan biasanya berbeda-beda pada masing-masing orang. Ada sebagian orang yang secara sadar tahu mengapa dia tidak bahagia, tapi banyak sekali orang yang tidak tahu mengapa mereka tidak bahagia. Cukup banyak menemui klien yang tidak tahu mengapa dia tidak bisa merasa kedamaian hati. Mereka punya keluarga dan teman yang mencintai mereka, fisiknya sehat dan secara ekonomi berkecukupan. Tapi ternyata semua itu tidak membuat hati damai. Seolah ada yang mengganjal atau kurang dalam hidup ini.

 

Namun, pada umumnya kesulitan untuk merasakan bahagia itu karena masih adanya emosi negatif pada sesuatu, seseorang, atau peristiwa. Diantara emosi negatif yang sering menjadi penyebab sulitnya merasa bahagia ialah:

 

  • Rasa dendam, marah, benci, sakit hati kepada seseorang.

  • Merasa ingin "protes" kepada Tuhan

  • Tidak bisa menerima takdir / kejadian pahit di masa lalu.

  • Tidak bisa memaafkan seseorang secara penuh.

  • Ingin dilahirkan sebagai (ingin menjadi) orang lain.

  • Sudah berkecukupan, tapi takut jatuh miskin, takut bangkrut atau dipecat.

  • Merasa tidak berguna bagi orang lain. Kalau ini masalahnya, mungkin Anda bisa belajar terapi hipnotis atau EFT agar Anda tetap bisa merasakan enaknya berguna bagi orang lain.

 

Hipnotis dapat digunakan untuk menemukan penyebab ketidakbahagiaan itu. Dan dengan cepat kita bisa menyembuhkan "sakit hati" yang terpendam. Biasanya setelah klien melepaskan semua emosi negatifnya dan ikhlas menerima semuanya, seketika perasaan menjadi berbeda, lebih terang dan ringan. Dunia menjadi lebih indah. Hidup terasa lebih damai dan tentram, tanpa ada sesuatu yang mengganjal.